Sebelum anda menyaksikan keindahan rumput lapangan sepak bola dengan Refleksi Cahaya nya, ada proses panjang yang tak terlihat untuk mencapai hasil tersebut. Di awali dengan tanam bibit rumput di atas media tanam pasir. Ada beberapa metode tanam rumput yang bisa dilakukan misalnya:
- Tanam rumput dengan tebar benih/biji rumput
- Tanam rumput dengan tebar batang rumput/stolon
- Tanam rumput dengan sistem tandur batang 10cm x 10cm
- Tanam rumput dengan plugging atau tandur sekumpulan batang rumput.
- Tanam rumput dengan lempengan
Beberapa metode tanam diatas sudah pernah saya lakukan di lapangan-lapangan yang saya kerjakan, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Setiap orang punya sudut pandang yang berbeda soal ini, hal ini wajar saja karena sepuluh kepala akan menghasilkan 10 pendapat yang berbeda. InsyaAllah semua metode tanam akan saya bahas satu per satu sesuai dengan pengalaman saya selama ini, tetapi saat ini saya bahas metode tanam rumput nomor 4 dulu ya.
Plugging adalah istilah yang sematkan pada metode tanam sekumpulan batang rumput ini, mungkin secara harfiah istilah ini kurang spesifik karena artinya plug adalah masuk/memasukan. Tetapi begitulah adanya, istilah ini sudah terlanjur meluas dan digunakan oleh kalangan petani rumput di Indonesia.
Kelebihan: Usia tumbuh sejak tanam hingga rapat tergolong cepat dan singkat yaitu sekitar 3 bulan atau maksimal 4 bulan
Kekurangan: Kebutuhan bibit rumput banyak sekitar rasio 1:7, artinya bibit padat 1 M2 untuk tanam 7 M2 yang berpengaruh pada pengadaan bibit yang lebih mahal di banding tanam sistem tandur batang atau sebar batang.






